UPACARA ADAT HANTA U’A PUA TAHUN 2012

Upacara Adat Hanta U’a Pua adalah rangkaian upacara adat dalam rangka memeriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW dan mempertebal rasa cinta dan bangga akan Budaya Bima, yang dilaksanakan setiap tahun pada Bulan Rabiul Awwal dan mulai dilaksanakan oleh para penghulu melayu (Datuk Raja Lelo dengan kawan-kawan), pada masa Pemerintahan Sultan Abdul Khair Sirajudin (Sultan II yang memerintahkan dari tahun 1640-1682 M). Pada puncak upacara dilaksanakan penyerahan Al-Qur’an oleh Penghulu Melayu (ulama) kepada Sultan sebagai simbol kesepakatan untuk menjunjung tinggi Al-Qur’an guna dijadikan pedoman dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat selain Sunah Rasul dan Ihtihad pada ulama (Ijma dan kiah).
U’a Pua dalam bahasa Melayu disebut “Sirih Puan”, adalah satu rumpun tangkai bunga telur berwarna warni yang dimasukkan kedalam satu wadah segi empat. Jumlah bunga tersebut 99 (sembilan puluh sembilan) tangkai yang sesuai dengan Asmaul Husna. Kemudian ditengah-tengahnya ada sebuah kitab suci Al Qur’an.
Ua Pua ditempatkan ditengah-tengah sebuah Rumah Mahligai (dalam Bahasa Bima disebut Uma lige) yang berbentuk segi empat berukuran 4×4 m. Bentuk Uma Lige ini terbuka dari ke empat sisinya. Atapnya bersusun dua, sehingga para penari lenggo Mbojo yang terdiri dari empat orang gadis, dan penari Lenggo Melayu yang terdiri dari empat orang perjaka, beserta para penghulu melayu dan pengikutnya yang berada diatas dapat dilihat oleh seluruh masyarakat sepanjang jalan.
Uma Lige tersebut diusung oleh 44 (empat puluh empat) orang pria yang berbadan kekar sebagai simbol dari keberadaan 44 DARI MBOJO yang terbagi menurut 44 jenis keahlian dan ketrampilan yang dimilikinya sebagai bagian dari struktur Pemerintahan Kesultanan Bima. Mereka melakukan star dari kampung melayu menuju Istana Bima untuk diterima oleh Sultan Bima dengan amanah yang harus dikerjakan bersama yaitu memegang teguh ajaran agama islam.
Sebelum acara inti, pada malam 12 Rabiul Awwal malam dislenggarakan Dzikir Maulud di Istana yang diikuti oleh Majelis Adat Sara Dana Mbojo, pejabat pemerintahan serta masyarakat umum. Dzikir ini diadakan untuk memperingati hari Maulud Nabi Besar Muhammad SAW. Sembari zikir berlangsung, oleh beberapa orang dilakukan pengirisan daun pandan untuk membuat “bunga bareka”, yaitu pandan yang dicampu dengan kembang dan wangi-wangian yang akan dibagikan kepada peserta dzikir dan tamu.
Beberapa hari kemudian, upacara Adat Hanta U’a Pua digelar dengan disaksikan oleh seluruh masyarakat Bima. Upacara Adat Hanta U’a Pua ini merupakan iring-iringan Uma Lige yang diusung oleh 44 orang yang setiap sudutnya berjumlah 11 orang yang menggambarkan keberadaan 44 kelompok masyarakat Dari Mbojo, yakni kelompok asli Dana Mbojo sesuai dengan jenis keahliannya, misalnya dari Kelompok Ngali yaitu Kelompok Guru Ngaji, dari Bedi yaitu kelompok tentara, dll. Uma Lige tersebut Uma Lige tersebut membawa Penghulu Melayu yang mengantarkan rumpun Bunga Dolu 99 buah yang melambangkan Asmaul Husna dan sebuah Al-Qur’an yang akan disampaikan kepada Sultan Bima. Iring-iringan ini diiringi oleh musik Genda Mbojo yang diusung hingga serambi istana dimana disana Sultan dan tamu-tamu sudah menunggu.
Rombongan Penghulu Melayu kemudian menyerahkan Bunga Dolu dan Al-Qur’an kepada Sultan sebagai lambang perjanjian antara Sultan pertama yang memeluk agama islam, yaitu Sultan Abdul Kahir dengan pendekar pembawa agama islam pertama di Bima, yaitu Datuk Ribanda dan Datuk Ditiro. Penghulu Melayu merupakan keturunan dari pendekar yang membawa Islam pertama kali di Bima.
Iring-iringan ini disambut oleh tari Sere yang mengantar Uma Lige sampai ke tangga Istana. Pada posisi depan masuklah Jara Wera yang berlari kencang mendahului Uma lige. Adapun sejarah para penumpangnya adalah para pendekar yang menunjukan jalan serta mengantar para datuk yang datang dari Makassar.

Rangkaian acara pada upacara inti :
1. Jam 06.00 dari loteng gerbang Istana (Lare-Lare) terdengar pukulan Ranca Na’e sebagai permakluman bahwa hari upacara akan segera dimulai.
2. Jam 07.00 utusan Sultan yang terdiri tokoh-tokoh adat, anggota laskar Kesultanan, bersama penari Lenggo Mbojo menjemput Penghulu Melayu di kediamannya di Kampung Melayu.
3. Jam 08.00 Penghulu Melayu bersama rombongan berangkat dari kampung Melayu menuju Istana Bima yang di tandai dengan bunyi meriam.

Adapun tata urutan rombongan adalah sebagi berikut:
a. Pasukan Jara Wera sebagai pengawal pembuka jalan sebagai pasukan yang setia membela Agama Islam pada masa Sultan Abdul Khair, penunggangnya berseragam putih-putih sebagai lambang kesucian dan keihklasan dalam membela agama, rakyat dan negeri.
b. Pasukan Jara Sara’u yaitu pasukan berkuda yang terampil menunggang serta mengatur irama dan langkah kuda, penunggangnya memakai pakaian kebesaran adat dengan katopo di kepala.
c. Anggota Laskar Suba Na’e dan penerima Sere merupaka gabungan dari anggota pasukan elit kesultanan, diikuti oleh dua orang. Penari Sere yaitu jenis tarian perang yang di mainkan oleh laskar kesultanan, diiringi tambur La Manca dan diiringi gendang Kerajaan.
d. Uma Lige (Mahligai), berbentuk miniatur masjid merupakan simbol kebesaran Rumah Allah tempat beribadah, pendidikan dan kegiatan dakwah bagi umat islam. Yang diusung secara berebutan oleh 99 orang pengusung yang melambangkan 99 Asma’ul Husnah (sifat Allah), didalamnya berdiri Penghulu Melayu sebagai lambang penghormatan kepada ulama sebagai pewaris. Nabi yang akan membimbing umat berdasarkan Al-Qur-an, Sunah Rasul dan iqtihad. Selain itu di dalam mahligai juga disertakan perangkat U’A PUA yang berisi Al-Qur’an untuk diserahkan kepada Sultan serta Penari Lenggo U’A PUA dan bersama Uma Lige (mahligai) ini ikut serta rombongan tokoh adat, dan pemuda Melayu serta Pemuda adat Mbojo.

4. jam 10.00 Rombongan Penghulu Melayu tiba di Istana Bima yang di sebut dengan:
a. Dentuman Meriam
b. Tari Kanja yakni tarian perang yang dimainkan oleh seorang perwira tinggi Kesultanan sebagai pernyataan kesiapan menjaga keamanan dan ketertiban jalannya Upacara. Penyambutan ini dilaksanakan di “lawa” U’A PUA (gerbang U’a Pua) sebelum rombongan masuk ke halaman Istana.
c. Tari Sere dari rombongan Melayu yang terdiri dari 2 (dua) orang penari yang disambut dengan Tari Sere yang dimainkan oleh 6 (enam) orang Penari Sere dari Istana Bima. Menjelang berakhirnya Tari Sere masuk salah seorang Bintara Kesultanan Bima yang disebut ”Bumi Sumpi” sebagai tanda terjaminnya keamanan dan ketertiban jalanya upacara.
d. Mihu merupakan pernyataan kesiapan Sultan untuk menerima sekaligus memulai upacara penyerahan U’a Pua yang berisi Kitab Al-Qur’an.
e. Penghulu menyerahkan Ua Pua kepada Sultan sebagai simbol kesepakatan Penghulu Melayu (Ulama) dengan Sultan bersama rakyat Dana Mbojo untuk mempelajari, memahami serta mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Demi terwujudnya kehidupan masyarakat Mbojo yang islami.
f. Sultan bersama Penghulu Melayu duduk berdampingan ditempat yang telah disediakan sebagai lambang keharmonisan hubungan antara Ulama dan Umara.
g. Tari Lenggo U’a Pua, yang merupakan perpaduan Lenggo Melayu yang dimainkan oleh remaja pria dengan Lenggo Mbojo yang dimainkan oleh Remaja Putri, sebagai simbol kesamaan Visi dan Misi masyarakat Melayu dengan Masyarakat Mbojo dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.
h. Pembagian 99 tangkai Bunga Dolu sebagai simbol Asma’ul Husnah (99 sifat Allah) kepada hadirin/masyarakat.

Ditulis Oleh : Khusnul Hatimah (staf disbudpar Kabupaten Bima)
Sumber Foto : pribadi

10 responses to “UPACARA ADAT HANTA U’A PUA TAHUN 2012

  1. I couldn’t have asked for a better blog. You happen to be always at hand to offer excellent guidance, going straight away to the point for easy understanding of your site visitors. You’re really a terrific pro in this subject matter. Many thanks for being there visitors like me.

  2. Just desire to convey your short article is as amazing. The clearness in your submit is simply great and that i can suppose you are educated on this subject. Properly together together with your permission let me to grasp your RSS feed to help keep updated with coming near near submit. Thank you a million and be sure to maintain up the enjoyable operate.

  3. Hy.

    I must recognize that the subject is not in the top of my interests lists but I find it very interesting.

    Your title ” UPACARA ADAT HANTA U& “ is what catch my interest, but I was a littel disapointed when I saw that your website ranking is not so good.

    To help you a littel with that, I got ahead and post a link to one of my website. But if you want more help with the ranking I suggest to check this : http://tinyurl.com/bkswkfl you will find some high quality services and at a good price.

    P.S. To see I’m serious you can find the link that I was talking about ,the link to your website posted on one of my websites, here: http://www.toplevel-proxy.com/useful-links .

  4. Wow, awesome blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The overall look of your site is wonderful, let alone the content!. Thanks For Your article about UPACARA ADAT HANTA U& .

  5. I simply want to say I am very new to blogging and really liked your page. Almost certainly I’m going to bookmark your blog post . You certainly come with incredible article content. Appreciate it for revealing your web-site.

  6. I just want to mention I am beginner to blogging and absolutely savored your website. Likely I’m likely to bookmark your site . You absolutely have very good articles. Bless you for sharing your web page.

  7. Pingback: Google

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s