Sekilas Bima

Bima adalah salah satu daerah yang ada di Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tepatnya berada diujung timur Pulau Sumbawa. Bima berbatasan dengan : sebelah timur berbatasan dengan Selat Sape, disebelah utara berbatasan dengan Laut Indonesia, sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Dompu, sebelah Selatan berbatasan dengan Samudra Hindia dan Kota Bima dikelilingi oleh wilayah Kabupaten Bima. Bima mempunyai dua nama yaitu Bima dan Mbojo di pergunakan sejak jaman kerajaan. Nama Bima dipergunakan bila menyebutkan daerah ini dalam bahasa Indonesia atau bahasa asing sedangkan nama Mbojo dipergunakan bila menyebutnya dalam bahasa daerah yakni bahasa Bima. Nama Bima di pergunakan untuk mengabdikan nama Sang Bima. Sang Bima adalah tokoh sejarah Daerah Bima yang berasal dari luar Bima, Sang Bima dinyatakan sebagai raja dan keturunannya mempunyai hak sah atas tahtah kerajaan secara turun temurun. Wilayah yang di kuasai Sang Bima di sebut dengan nama Kerajaan Bima. Nama Mbojo berasal dari bahasa Bima ”Babuju”, tanah ketinggian busut jantan yang besar. Tanah semacam ini disebut dalam bahasa Bima, ”Dana ma Babuju”. Pada tanah ini dijadikan tempat pelantikan raja yang di lakukan diluar Istana, dari istilah itu kemudian perubahan pengucapan menjadi babuju kemudian selanjutnya menjadi Mbojo. Menurut kitab BO Sejarah berdirinya Kerajaan Bima berasal dari  Sang Bima yang berkelana, kemudian bertemu pandang dengan seekor naga yang bersisik emas. Sang Naga melahirkan seorang puteri yang rupawan, puteri Tasi Sari Naga namanya. Puteri tersebut dikawini Sang Bima dan melahirkan dua orang putra yang bernama Indra Zamrut dan Indra Komala. Sang Bima dan Puteri Tasi Naga adalah personifikasi dua orang tokoh sebenarnya kedua tersebut bukan orang kebanyakan melainkan mempunyai kedudukan dan terpandang dalam masyarakat. Tokoh laki-laki merupakan penguasa dari jawa yang memiliki fungsi dan kekuasaan serta sikap dan kesaktian, ia beragama Hindu, Tasi Sari Naga merupakan kembang seorang puteri rupawan, putri dari penguasa setempat atau Ncuhi, yang berkepercayaan  totemisme, kepercayaan asli bima. Bima saat ini merupakan tempat transit bagi para turis yang ingin mengunjungi Pantai Lakey dan Pulau Komodo. Dua obyek yang saat ini banyak sekali dikunjungi para turis mancanegara maupun turis domestik atau turis lokal yang ingin menyaksikan secara dekat salah satu peninggalan prasejarah yaitu Komodo dan bagi yang ingin berselancar mereka bisa menuju ke arah barat Bima yaitu di Kabupaten Dompu tepatnya di Pantai Lakey.

ditulis dan diposting oleh Admin: Khusnul Hatimah (Staf Disbudpar Kabupaten Bima)

3 responses to “Sekilas Bima

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s